Mengkloning Pemimpin Inovatif (Publikasi Media)

Berikut adalah artikel ‘Pemimpin Inovatif’ yang sudah dimuat di media cetak Harian Serambi Indonesia edisi Kamis, 7 September 2017. Jika mau baca versi lengkapnya, silakan click di SINI. Terimakasih.

***&&&****

Melalui Sekolah Pemimpin Muda Indonesia (Kader Bangsa Fellowship Program), saya bersyukur mendapatkan kesempatan bertemu dan belajar bersama beberapa sosok pemimpin di daerah yang mencengangkan dengan inovasi mereka yang bombastis dan fenomenal sehingga mendapat pengakuan dan penghargaan mulai dari tingkat daerah sampai internasional.

Sumber gambar: http://cdn-media-1.lifehack.org

Pertama ada Bapak Azwar Anas yang memimpin di pinggiran Jawa Timur, tepatnya Banyuwangi. Inovasi-inovasinya sangat menakjubkan dan merakyat. Diantaranya dia berfokus Continue reading

Eksklusif! Untuk Calon Pendaftar Muslim Exchange Program ke Australia

Insya Allah, hari Senin tanggal 4 September 2017 pukul 17.00-18.00 WIB, kita akan live streaming dari ruang studio Inspirasi.co TV. Untuk teman-teman yang ingin bergabung silakan LIKE page MEP http://facebook.com/ausindom  dan stay tune dari pukul 17.00. Alumni yang akan mengisi diskusi kali ini adalah Mas Fahd Pahdepie (MEP 2011), Mba Ienas Tsoraya (MEP 2003) dan Ustazah kondang yang juga alumni MEP tahun 2017 Mbak Oky Setiana Dewi (Mba Oky akan live dari Mekah).

***&&&***

Promosi Online Seminar MEP

Saya tidak menduga ternyata yang tertarik mengikuti Seminar Online Muslim Exchange Program Australia – Indonesia membludak. Dalam tempo kurang dari 10 jam semenjak informasinya dipublikasi, kuota sudah penuh bahkan lebih untuk satu grup WhatsApp. Jumlah WA yang masuk ke saya sudah mencapai di atas angka 2000an. Luar biasa. Fantastic. Awalnya ini hanya inisiatif pribadi saja untuk memberikan ruang kepada teman-teman yang tertarik mendaftar MEP untuk berdiskusi. Jadi tidak ada tim khusus yang dipersiapkan untuk mengorganisir diskusi ini. Oleh karena membludaknya respon, jujur saya kewalahan karena harus merespon satu-satu dari bawah (yang duluan masuk WAnya). Jadi mohon maaf jika ada teman-teman yang sudah mengirimkan WA tetapi belum saya respon. Karena memang sangat banyak WA yang masuk.

Untuk membantu teman-teman yang tidak tertampung dalam diskusi grup WA, semoga informasi yang saya sampaikan di bawah ini akan membantu.

 

Apa sih program MEP itu dan apa tujuannya? Continue reading

Online Seminar Muslim Exchange Program; Informasi Awal

Pertama, penting untuk anda ketahui bahwa MEP adalah program yang didanai oleh pemerintah Australia melalui Australia Indonesia Institute. Di Indonesia, pihak yang melakukan seleksi program MEP adalah Universitas Paramadina Jakarta. Saat ini sedang dibuka pendaftaran untuk keberangkatan tahun 2018. Pendaftaran akan ditutup pada Jumat, 8 September 2017.

Tour di sela-sela program MEP di Sydney ke Opera House Sydney

Sebagai salah satu alumni, setiap tahun saya menyebarkan informasi tentang program Pertukaran Tokoh Muda Muslim Indonesia-Australia (Muslim Exchange Program) melalui sosial media. Saya menemukan banyak teman-teman Continue reading

Mengkloning Pemimpin Inovatif (Full)

Melalui Sekolah Pemimpin Muda Indonesia (Kader Bangsa Fellowship Program), saya bersyukur mendapatkan kesempatan bertemu dan belajar bersama tokoh-tokoh nasional seperti Koordinator Menteri Kemaritiman Bapak Luhut Panjaitan, Ibu Khofifah (Mensos), Bapak Erlangga Hartarto (Menperindag) dan Ketua KPK Bapak Agus Rahardjo. Selain tokoh dan pemain di pusat tersebut, KBFP menghadirkan beberapa sosok pemimpin di daerah yang mencengangkan yaitu Bupati Banyuwangi Bapak Abdullah Azwar Anas, Bapak Danny Pomanto Walikota Makassar dan Bupati Trienggalek Bapak Emil Dardak. Mereka adalah pemain di daerah namun berkelas internasional. Tidak sedikit inovasi mereka yang bombastis dan fenomenal sehingga mendapat pengakuan dan penghargaan mulai dari tingkat daerah sampai dunia.

Bapak Emil Dardak – Bupati Trienggalek

Pertama ada Bapak Azwar Anas yang memimpin di pinggiran Jawa Timur, tepatnya Banyuwangi. Inovasi-inovasinya sangat menakjubkan dan merakyat. Continue reading

Pearson Test of English Academic dan Kapitalisasi Bahasa

Kini kita punya pilihan PTE untuk mengukur kemampuan Bahasa Inggris selain TOEFL dan IELTS yang sudah terlebih dahulu hadir di Indonesia. Hari ini (11/7) Grand Launching PTE Indonesia dilakukan di IALF Jakarta. Sama seperti IELTS dan TOEFL iBT, PTE juga diterima di banyak negara berbahasa Inggris baik untuk kuliah/study, kerja atau migrasi. Semenjak di launching pada tahun 2009, katanya sudah ada 50 negera dan 500 institusi yang mengakui dan menerima PTE. Di antaranya ada USA, UK, Australia, Kanada dan New Zealand.

PTE adalah computer based test tapi bukan online test, jadi tidak bergantung kepada jaringan internet. Yang membedakan PTE dengan kompetitornya diantaranya adalah: Continue reading

Program Pertukaran Tokoh Muslim Muda Indonesia dan Australia 2017

Pertukarang Tokoh Muda Muslim Indonesia-Australia kembali dibuka sampai dengan 16 Desember 2016.

Berikut informasi lengkapnya: img_2870

Australia-Indonesia Institute bekerjasama dengan Universitas Paramadina mengadakan program tahunan Pertukaran Tokoh Muslim Muda antara Indonesia dan Australia. Program ini Continue reading

Wisuda tanpa Jabat Tangan di Australia

Citizen Reporter  ini sudah dipublikasi di media cetak Harian Serambi Indonesia (Group Kompas-Gramedia) edisi Sabtu, 12 November 2016. Silakan klik DI SINI untuk membaca di laman Serambi Indonesia.

 

sumber gambar: http://www.flinders.edu.au/current-students/graduation-beyond/graduation/

sumber gambar: http://www.flinders.edu.au/current-students/graduation-beyond/graduation/

MUHAMMAD ADAM, putra Seunuddon, Aceh Utara, melaporkan dari Australia

MENJELANG akhir tahun, atmosfer akademis kampus di Australia semakin terasa. Mahasiswa pada umumnya disibukkan menyelesaikan berbagai tugas kuliah. Di setiap pojok terlihat mahasiswa yang sibuk dengan aktivitas akademik mereka.

Banyak ruang belajar yang susah di-booking karena terisi selalu oleh mahasiswa yang kerja kelompok atau mengerjakan tugas bersama. Untuk mahasiswa S1, malah lebih berat lagi bebannya karena mereka harus mengikuti ujian (exam) layaknya model kuliah di Indonesia. Meski tak ada ujian untuk kebanyakan jurusan, beban tugas kuliah (assignment) justru lebih besar untuk mahasiswa pascasarjana (magister). Saya yang kuliah di Manajemen Pendidikan di Flinders University Australia Selatan harus menulis minimal 20.000-25.000 kata untuk empat mata kuliah yang harus diambil setiap semesternya.

Bukan jumlah katanya yang jadi masalah, tapi untuk mampu menulis esai akademis yang bagus dibutuhkan membaca yang banyak supaya tulisannya berkualitas. Menariknya, Continue reading

Menggugat Hak Mahasiswa

Artikel ini sudah dipublikasi di media cetak Harian Serambi Indonesia (Group Kompas-Gramedia) edisi Sabtu, 5 November 2016. Silakan klik DI SINI untuk membaca di laman Serambi Indonesia.

page_1

Sumber gambar: https://issuu.com/teraspers/docs/teraspers14

 

SATU pendekatan menarik yang saya dapatkan tentang pengelolaan lembaga pendidikan di Australia adalah seringnya diminta pendapat mahasiswa, terkait pelayanan pendidikan mereka mulai dari sisi akademis dan hal-hal non-akademis lainnya yang berpengaruh terhadap performa belajar mahasiswa. Beberapa hal yang sering menjadi poin utama evaluasi di antaranya adalah kemampuan dosen dan pedagogi.

Meminta pendapat mahasiswa tentang kemampuan mengajar dosen bukanlah sesuatu yang tabu atau dipandang tidak sopan jika dikritik. Pihak universitas mengevaluasi performa dosen dari mahasiswa dan juga dosen-dosen lainnya yang masuk ke kelas untuk menilai proses belajar mengajar yang dilakukakan oleh seorang dosen. Aspek-aspek yang dinilai diantaranya kemampuan dosen dalam menyampaikan materinya. Pertanyaan-pertanyaan seperti, apakah cara mengajar dosen mudah dipahami? Atau, apakah cara mengajarnya interaktif dan kreatif, tidak menoton dan membosankan? Continue reading

Pensiunan pun Bisa Kuliah di Australia

Citizen Reporter  ini sudah dipublikasi di media cetak Harian Serambi Indonesia (Group Kompas-Gramedia) edisi Kamis, 16 Juni 2016 . Silakan klik DI SINI untuk membaca di laman Serambi Indonesia.

 

sumber gambar: http://izquotes.com/quote/128559

sumber gambar: http://izquotes.com/quote/128559

OLEH MUHAMMAD ADAM, putra Seunuddon, Aceh Utara, melaporkan dari Australia

ADA beberapa hal menarik dari topik (mata kuliah) yang saya pelajari semester ini di Universitas Flinders, Australia, yaitu Studies of Asia Across the Curriculum. Topik ini ditawarkan secara nonregular oleh universitas yang berada di selatan Australia ini.

Secara substansi, mata kuliah tersebut memberikan kesempatan kepada para pendidik dan tenaga kependidikan di Australia untuk mempelajari Asia dan kesalingkaitannya dengan Australia dalam berbagai aspek. Termasuk aspek bahasa, seni, dan sosial-budaya, politik dan demokrasi, agama, ekonomi, perdagangan, etnis, adat, sistem pemerintahan, sistem pendidikan, struktur sosial masyarakat, sejarah, geografi, demografi, dan lainnya.

Pengetahuan dan pemahaman kognisi Continue reading

Sekolah ‘khusus’ Indonesia di Pedalaman Australia

Artikel ini sudah dipublikasi di media cetak Harian Serambi Indonesia (Group Kompas-Gramedia) edisi Senin, 26 Oktober 2015.

Sumber photo: http://indosurflife.com

Sumber photo: http://indosurflife.com

***&&&***

Tanggal 20 oktober 2015, saya bersama beberapa mahasiswa lainnya yang berjumlah sekitar 20 orang mendapat kesempatan mengunjungi salah satu sekolah di pedalaman Australia, tepatnya di Karoonda. Karoonda Area School (KAS) terletak sekitar 150 KM dari Ibu Kota Australia Selatan (Adelaide) dan kami harus menempuh perjalanan darat sekitar 4 jam untuk tiba di sekolah tersebut. Menurut keterangan kepala sekolah yang menyambut kami, Bapak Daniel Rankine, Karoonda Area School adalah sekolah pertama di Australia Selatan yang dibangun pada tahun 1915 oleh beberapa penduduk setempat yang berinisiatif untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak di Karoonda. Saat ini KAS sudah menjadi salah satu sekolah negeri dibawah Departemen Pendidikan Pemerintah Australia.

Menariknya, Bahasa Indonesia adalah mata pelajaran ‘wajib’ Continue reading