Menyapa KNPI Aceh (Menyongsong Kongres XV KNPI di Banda Aceh)

Artikel ini sudah tayang di harian cetak Serambi Indonesia (grup Tribun) edisi Rabu 19 September 2018. Silakan klik di SINI untuk membaca di situs Serambi Indonesia.

***

ACEH akan menjadi tuan rumah Kongres XV Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) yang akan dilaksanakan pada Oktober mendatang. Namun saat ini banyak mata tertuju pada KNPI Aceh terkait alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) sebesar Rp 9,8 miliar untuk kongres KNPI. Banyak pihak mengkritik karena acara nasional tersebut menggunakan anggaran daerah yang bersumber dari APBA 2018 itu.

Meskipun kritikan tersebut muncul di dunia maya, namun tidak sedikit juga pengaruhnya di dunia nyata, terutama bagi pengurus KNPI, panitia, termasuk pemerintah yang menyediakan anggaran, yaitu Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Aceh. Banyak pihak yang mendesak instansi ini untuk mengevaluasi anggaran tersebut, bahkan ada yang menyarankan untuk tidak mencairkan dana yang sudah dianggarkan itu. Continue reading

Menuju Aceh ‘Bangai’

Artikel di bawah sudah dimuat di media Serambi Indonesia (grup Tribun) edisi Selasa 24 April 2018. Silakan klik SINI untuk membaca di web Serambi Indonesia.

***

“Saya bingung lihat dari luar, Aceh dengan masyarakatnya yang dikenal berani dan daerahnya subur, dikasih uang banyak kok enggak jadi apa-apa?” (Rizal Ramli, mantan Menko Kemaritiman RI).

Harian Cetak Serambi Indonesia edisi 24 April 2018

BEGITULAH ekspresi kesedihan dan kegundahan Pak Rizal Ramli, sebagai pihak luar (outsider) yang melihat Aceh bergelimpangan uang dan sumber daya alam, seharusnya Aceh sudah jauh berlari ke depan. Saya pribadi sering mendapat pertanyaan atau penilain serupa dari teman-teman non-Aceh yang membaca, melihat atau mendengar kondisi Aceh sekarang.

Umumnya, mereka menyayangkan dan mempertanyakan faktor penyebab Aceh yang lamban sekali pertumbuhannya. Sebelumnya Aceh menyalahkan pemerintah pusat (Jakarta), karena memperlakukan Aceh tidak adil. Dalam konteks politik dan kekuasaan, sebelumnya Aceh juga sering mengambing-hitamkan pihak luar, karena partai politik (parpol) yang berkuasa di Aceh adalah partai nasional (parnas) dan tokoh-tokoh yang terpilih rata-rata tunduk pada kepentingan luar, bukan Aceh. Continue reading

Ngaji Zaman Now

Versi singkat dari ulasan di bawah sudah dimuat di media Serambi Indonesia (grup Tribun) edisi Selasa 3 Oktober 2017. Silakan klik HERE untuk membaca di web Serambi Indonesia.

***&***

Baru-baru ini dunia ritel konvensional Indonesia mengalami goncangan besar. Ada beberapa perusahaan besar yang sudah lama merajai pasar Indonesia harus tutup gerainya karena pangsa pasar mereka makin hari makin lesu. Beberapa di antarnnya yaitu Matahari, Lotus, dan Debenhams yang menurut beberapa outlet mereka. Mungkin 10-15 tahun lalu, para pemilik ritel tersebut tidak ada yang memprediksi bakal collapse seperti ini karena mereka sudah menguasai pasar ritel Indonesia. Namun kemajuan teknologi membuat mereka tergerus toko-toko online yang tumbuh berjamur di mana-mana. Pertanyaanya, apakah permintaan yang berkurang sehingga mereka harus tutup ritelnya? Tentu saja bukan masalah daya beli dan permintaan yang membuat mereka harus menghentikan beberapa ritel utama mereka dan berdampak serius juga terhadap ribuan karyawannya. Orang tetap butuh pakain karena toh sandang tetap menjadi kebutuhan utama manusia. Tapi tempatnya sudah berpindah dari dunia ritel konvensional ke dunia maya. Tren berbelanja, terutama generasi melanial telah beralih dari department store (banyak jenis) ke specialty store (toko dengan menawarkan produk tertentu saja). Beberapa platform belanja online besar di Indonesia seperti lazada, tokopedia, bukalapak, belanja.com dan sejenisnya mengambil alih pangsa pasar. Belum lagi ditambah dengan ribuan atau bahkan mungkin mencapai jutaan toko online individu (non korporasi) yang menjamur di sosial media dan menawarkan produk-produk pakain dengan harga lebih murah karena mereka tidak perlu biaya tinggi untuk sewa toko, bayar karyawan, dan biaya operasional lainnya seperti toko-toko tradisional lainnya.

Serambi Indonesia (Grup Tribun) 24/11/17

Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia, Profesor Rhenald Kasali menyebut fenomena di atas dengan istilah shifting. Menurut beliau, Continue reading

Informasi Beasiswa Australia Awards 2018/19

Kabar gembira..kepada para calon pelamar beasiswa Australia Awards Indonesia tahun 2018/19, beasiswa AAI akan dibuka per 1 Februari 2018 dan ditutup 30 April 2018.

 

Apa itu beasiswa Australia awards?

Kenapa saya harus mendaftar AAI?

Apa saja syaratnya?

Bagaimana cara mendaftar?

dll….

 

silakan unduh informasi lengkapnya di SINI.

 

Semoga bermanfaat ya…

***&&&***

Rencananya kita akan lakukan online seminar untuk bincang-bincang seputar Beasiswa Australia Awards Indonesia. Untuk jadwalnya, akan kami update di page #LancarEnglish https://m.facebook.com/LancarEnglish 

***&&&***

Selama proses belajar 2 tahun di Australia, saya sempat menulis beberapa citizen reporter tentang Australia. Jika mau baca untuk mendapatkan beberapa informasi awal, silakan scroll di artikel-artikel saya yang sudah dimuat di Media massa. Linknya ini ya http://bangadam.com/category/published-article/

 

Selamatkan Beasiswa LPSDM Aceh!

Artikel di bawah sudah dimuat di media Serambi Indonesia (grup Tribun) edisi Selasa 3 Oktober 2017. Silakan klik HERE untuk membaca di web Serambi Indonesia

Beberapa hari ini saya membaca kritikan dari beberapa tokoh Aceh melalui media sosial yang mempertanyakan program beasiswa dari pemerintah Aceh yang dikelola oleh Lembaga Peningkatan Sumber Daya Manusia (LPSDM) Aceh. Ada sebagian orang yang mengklaim bahwa program beasiswa tidak membawa manfaat bagi masyarakat Aceh. Bahkan ada satu dua orang yang secara sepihak mengembus wacana pemberhentian program beasiswa tersebut. Harus kita sadari bersama bahwa investasi pembangunan SDM adalah jawaban untuk kemajuan Aceh dalam jangka panjang, dan sudah seharusnya tidak menjadi kurang penting dari pembangunan infrastruktur dan suprastruktur lainnya. Continue reading

Mengkloning Pemimpin Inovatif (Publikasi Media)

Berikut adalah artikel ‘Pemimpin Inovatif’ yang sudah dimuat di media cetak Harian Serambi Indonesia edisi Kamis, 7 September 2017. Jika mau baca versi lengkapnya, silakan click di SINI. Terimakasih.

***&&&****

Melalui Sekolah Pemimpin Muda Indonesia (Kader Bangsa Fellowship Program), saya bersyukur mendapatkan kesempatan bertemu dan belajar bersama beberapa sosok pemimpin di daerah yang mencengangkan dengan inovasi mereka yang bombastis dan fenomenal sehingga mendapat pengakuan dan penghargaan mulai dari tingkat daerah sampai internasional.

Sumber gambar: http://cdn-media-1.lifehack.org

Pertama ada Bapak Azwar Anas yang memimpin di pinggiran Jawa Timur, tepatnya Banyuwangi. Inovasi-inovasinya sangat menakjubkan dan merakyat. Diantaranya dia berfokus Continue reading

Eksklusif! Untuk Calon Pendaftar Muslim Exchange Program ke Australia

Insya Allah, hari Senin tanggal 4 September 2017 pukul 17.00-18.00 WIB, kita akan live streaming dari ruang studio Inspirasi.co TV. Untuk teman-teman yang ingin bergabung silakan LIKE page MEP http://facebook.com/ausindom  dan stay tune dari pukul 17.00. Alumni yang akan mengisi diskusi kali ini adalah Mas Fahd Pahdepie (MEP 2011), Mba Ienas Tsoraya (MEP 2003) dan Ustazah kondang yang juga alumni MEP tahun 2017 Mbak Oky Setiana Dewi (Mba Oky akan live dari Mekah).

***&&&***

Promosi Online Seminar MEP

Saya tidak menduga ternyata yang tertarik mengikuti Seminar Online Muslim Exchange Program Australia – Indonesia membludak. Dalam tempo kurang dari 10 jam semenjak informasinya dipublikasi, kuota sudah penuh bahkan lebih untuk satu grup WhatsApp. Jumlah WA yang masuk ke saya sudah mencapai di atas angka 2000an. Luar biasa. Fantastic. Awalnya ini hanya inisiatif pribadi saja untuk memberikan ruang kepada teman-teman yang tertarik mendaftar MEP untuk berdiskusi. Jadi tidak ada tim khusus yang dipersiapkan untuk mengorganisir diskusi ini. Oleh karena membludaknya respon, jujur saya kewalahan karena harus merespon satu-satu dari bawah (yang duluan masuk WAnya). Jadi mohon maaf jika ada teman-teman yang sudah mengirimkan WA tetapi belum saya respon. Karena memang sangat banyak WA yang masuk.

Untuk membantu teman-teman yang tidak tertampung dalam diskusi grup WA, semoga informasi yang saya sampaikan di bawah ini akan membantu.

 

Apa sih program MEP itu dan apa tujuannya? Continue reading

Online Seminar Muslim Exchange Program; Informasi Awal

Pertama, penting untuk anda ketahui bahwa MEP adalah program yang didanai oleh pemerintah Australia melalui Australia Indonesia Institute. Di Indonesia, pihak yang melakukan seleksi program MEP adalah Universitas Paramadina Jakarta. Saat ini sedang dibuka pendaftaran untuk keberangkatan tahun 2018. Pendaftaran akan ditutup pada Jumat, 8 September 2017.

Tour di sela-sela program MEP di Sydney ke Opera House Sydney

Sebagai salah satu alumni, setiap tahun saya menyebarkan informasi tentang program Pertukaran Tokoh Muda Muslim Indonesia-Australia (Muslim Exchange Program) melalui sosial media. Saya menemukan banyak teman-teman Continue reading

Mengkloning Pemimpin Inovatif (Full)

Melalui Sekolah Pemimpin Muda Indonesia (Kader Bangsa Fellowship Program), saya bersyukur mendapatkan kesempatan bertemu dan belajar bersama tokoh-tokoh nasional seperti Koordinator Menteri Kemaritiman Bapak Luhut Panjaitan, Ibu Khofifah (Mensos), Bapak Erlangga Hartarto (Menperindag) dan Ketua KPK Bapak Agus Rahardjo. Selain tokoh dan pemain di pusat tersebut, KBFP menghadirkan beberapa sosok pemimpin di daerah yang mencengangkan yaitu Bupati Banyuwangi Bapak Abdullah Azwar Anas, Bapak Danny Pomanto Walikota Makassar dan Bupati Trienggalek Bapak Emil Dardak. Mereka adalah pemain di daerah namun berkelas internasional. Tidak sedikit inovasi mereka yang bombastis dan fenomenal sehingga mendapat pengakuan dan penghargaan mulai dari tingkat daerah sampai dunia.

Bapak Emil Dardak – Bupati Trienggalek

Pertama ada Bapak Azwar Anas yang memimpin di pinggiran Jawa Timur, tepatnya Banyuwangi. Inovasi-inovasinya sangat menakjubkan dan merakyat. Continue reading

Pearson Test of English Academic dan Kapitalisasi Bahasa

Kini kita punya pilihan PTE untuk mengukur kemampuan Bahasa Inggris selain TOEFL dan IELTS yang sudah terlebih dahulu hadir di Indonesia. Hari ini (11/7) Grand Launching PTE Indonesia dilakukan di IALF Jakarta. Sama seperti IELTS dan TOEFL iBT, PTE juga diterima di banyak negara berbahasa Inggris baik untuk kuliah/study, kerja atau migrasi. Semenjak di launching pada tahun 2009, katanya sudah ada 50 negera dan 500 institusi yang mengakui dan menerima PTE. Di antaranya ada USA, UK, Australia, Kanada dan New Zealand.

PTE adalah computer based test tapi bukan online test, jadi tidak bergantung kepada jaringan internet. Yang membedakan PTE dengan kompetitornya diantaranya adalah: Continue reading