Bappenas Bantah IPM Indonesia Menurun

Kepala Bappenas Armida Alisjahbana mengklaim indeks pembangunan manusia (IPM) Indonesia pada 2011 justru mengalami kenaikan meskipun peringkatnya melorot dibandingkan 2010.

“Untuk dikatakan IPM naik atau turun itu yang dilihat adalah nilainya, kalau rangking ya rangkingnya. Pada 2010 itu IPM kita 0,600 dan tahun ini naik jadi 0,617,” ujar Armida di Jakarta, Jumat (4/11).

Bahkan, menurut Armida, saat ini metodologi yang digunakan sebagai pengukuran IPM juga sudah berubah dan lebih komprehensif. “UNDP (United Nation Development Program) tahun lalu merubah metodologinya, sehingga ada variabel yang tadinya belum masuk perhitungan sekarang masuk perhitungan,” katanya.

Armida mengungkapkan, saat ini perhitungan sudah menggunakan 8 indikator, lebih banyak dari metode sebelumnya yang hanya tiga yakni kesehatan, pendidikan, dan daya beli. “Sekarang itu perhitungannya lebih komprehensif,” tambahnya.

Lebih jauh, Armida menyoroti pernyataan di media massa yang menilai IPM Indonesia anjlok karena menurunnya peringkat. “Tidak bisa serta merta dibilang rangking IPM Indonesia turun pada 2011 dibandingkan 2010 karena jumlah negaranya saja sudah beda,” ujarnya.

Tahun ini IPM Indonesia berada di peringkat 124 dari 187 negara. Sedangkan pada 2010 Indonesia berada di peringkat 108 dari 169 negara.

“Tahun lalu (2010) ada 169 negara sedangkan tahun ini 187 negara atau naik 18 negara dan itu otomatis merubah ranking,” kata Armida.

Selain itu, diungkapkannya, perkembangan yang terjadi di masing-masing negara juga mempengaruhi peringkat negara yang bersangkutan. “Perkembangan di masing-masing negara berbeda, IPM-nya pasti ada yang meningkat lebih cepat, ada yang meningkat tapi kalah cepat dan itu juga pasti merubah rangking,” pungkasnya.

Sumber: Media Indonesia