[Episode 2_Note for MEP Australia]_3 Minggu, 2 Kedutaan, 5 Rahmat…

Catatan Senin 4 Juni 2012 // 12.22 WIB
~Aceh~
Adam sedang mempresentasikan Service Project di hadapan dewan juri di @America Jakarta.
Photo diambil oleh Mas Guk Sueb tanggal 2 Juni 2012.

Akhir Mei dan Awal Juni 2012, Saya mendapat kesempatan untuk bolak-balik ke Jakarta secara berturut-turut selama 3 (tiga) minggu dengan agenda yang berbeda-beda. Pertama, tanggal 20-21 Mei 2012 Saya mendapat undangan dari The Indonesian International Education Foundation (IIEF) Jakarta.

Acara ini adalah Working Group Meeting Initiative yang difasilitasi oleh IIEF dengan tujuan utama untuk Membentuk Penitia Kerja yang akan memimpin Pembentukan Asosiasi Alumni IELSP (Indonesia English Language Study Program) yang jumlahnya lebih 600 orang. Pertama, Tentu saja, saya sangat bersyukur dipilih diantara 600 orang tersebut dan bergabung bersama 14 alumni lainnya untuk menjadi tim “adhoc” ini. Kedua, Menjadi kebanggaan tersendiri dapat mewakili kawan-kawan alumni dari Aceh yang saat ini sudah berjumlah diatas 20 orang. Disamping menambah link atau networking, tentu saja acara ini akan memberikan pengalaman tersendiri bagi saya, terutama untuk melatih leadership dan working-group dimana teamnya terdiri dari berbagai daerah dan budaya yang beragam serta kesibukan kerja yang relatih padat.

Satu Jum’at di rumah, saya balek lagi ke Jakarta tanggal 1 Juni 2012. Saya tinggal di daerah, tepatnya di kawasan Lhokseukon, Aceh Utara. Untuk mencapai ke Bandara Polonia Medan, saya membutuhkan waktu 6-7 Jam dengan munggunakan Bus, demikian juga kalau saya ke Bandara International Sultan Iskandar Muda Banda Aceh juga membutuhkan waktu sekitar 7 Jam dengan transportasi darat (L-300 atau Bus). Karenanya, tetap menghabiskan waktu 1 hari perjalanan sebelum acara untuk tiba di tempat tujuan, dan 1 hari setelah acara untuk back to origin.Ehmm…kok jadi keluyuran ni ceritenya…well…Acara kedua ini saya diundang oleh Kedutaan Besar Amerika di Indonesia yang bekerjasama dengan Center for Civic Education (CCE) Indonesia. Agenda kali ini adalah KAMI Conference and Competition yang diselenggarakan di @America di area Pacific Place. Ada 20+ alumni yang mendapat kesempatan kali ini, dan sekali lagi alhamdulillah saya salah satunya.

Ada bebeberapa kegiatan yang kita lakukan selama acara dari tanggal 1-3 Juni 2012. [1] Mempresentasikan Kegiatan Service Project yang sudah atau sedang dilakukan di komunitas. Dari 20+ Service Project Report yang masuk ke CCE, kemudian dilakukan penilaian untuk memilih “FIVE BEST” untuk mempresentasikannya di depan dewan juri dan peserta di @america, again alhamdulillah project saya termasuk dalam BEST FIVE.

[2] Menghadiri Konferensi dengan substansi pembicaraan mengenai Community Service Project, Activism,  Voluntarism, dan kaitannya dengan Pembicara yang menurut saya jarang ada di daerah. Ada Abang Jalu Noor Cahyanto  dari USAID (saya panggil Abang karena masih sangat Muda, tebakan saya masih sekitar 29-32 tahun) yang membicarakan seputar Motivating Youth Leadership with Support of Education Development. Salah satu statementnya yang saya ingat adalah You have seen the world and learn from there, Now you can bring the lessons here, to Indonesia
Kemudian ada Mbak Shanty Syahril dari Coalition for Better Jakarta yang membicarakan tentang Developing Youth Volunteerism and Activism in Indonesia. Saya sangat terkesima dengan ungkapan yang kutip dari Mantan Walikota Curitiba Brazil yaitu “Creativity starts when you cut Zero from your budget. If you cut two,  much better”
Disamping itu ada juga Mr Ryan Good dari American Peace Corps yang saat sedang menjadi Volunteer dengan mengajar Bahasa Inggris di Jawa Timur. Di bercerita seputar Why do American Students Volunteer?. Dari presentasi dia, kembali inner awareness saya muncul untuk merenung kembali “What the life for? atau Why was I born in this world?”. Ditambah lagi dengan pernyataan-pernyataan motivasi dari Mr Ryan yang baru berumur 28 tahun tapi sudah berani meninggalkan orantua, keluarga, kampung halaman, dan segenap kemewahan yang ada di Amerika Serikat untuk berkontribusi buat masyarakat Indonesia (ini terlepas dari sisi buruknya).  Dia Mengakatan “Why do I volunteer? Because volunteering makes me happy”.
Saya sangat bersyukur kepada Allah SWT yang memberikan kesempatan ini kepada saya, ternyata tidak hanya mendengar tiori-tiori dan pengalaman dari ketiga speakers, namun kami langsung dibawa ke Sanggar Anak Akar untuk melihat langsung kegiatan Community Service. Sanggar Akar adalah suatu “sekolah otnomom” yang sudah berdiri semenjak tahun 1989. Motivasi awal pendirinya adalah untuk memberikan “keadilan” kepada anak jalanan dan pinggiran Kota Jakarta untuk mendapat pendidikan meskipun tidak sama seperti anak-anak lainnya. Ironis memang, di Pagar Pusat Pemerintahan saja seperti itu kondisinya, apalagi kita bicara di daerah seperti Papua, NTT, NTB, Ujung Aceh, dan sebagainya.
Awalnya Sanggar Akar hanya melakukan kegiatan-kegiatannya di Bawah Jembatan, dekat stasiun kereta api, terminal, dan tempat-tempat yang banyak anak-anak jalanan yang terpinggirkan karena derus kapitalisme dan ketidakadilan pemerintah serta lingkungan. Namun sekarang sudah punya bangunan dan boarding meskipun kondisinya belum terlalu sempurna. Dengan segala keterbatasan, sekarang sudah ada puluhan mungkin ratusan anak yang dibawah binaan Sanggar Akar. Sayangnya saya tidak sempat berbicara dengan Pengurusnya waktu kunjungan kemarin (3/6/2012).Tadi Pagi sekitar jam 3 dini hari saya sampai di rumah, barusan sekitar jam 9 (4/6/2012) mendapat Phone-Call dari Mbak Anindita di Kedutaan Besar Australia Jakarta yang menginformasikan untuk ikut Pre Departure Orientation (PDO) tanggal 7 Juni sebelum berangkat ke Australia hari Minggu 9 Juni 2012. Supaya bisa ikut acara hari Jum’at Pagi, tentunya saya harus berangkat Rabu Malam dari Rumah supaya bisa tiba di Jakarta hari Kamis. Artinya hanya ada 3 hari di rumah, langsung balek fly to Jakarta lagi sekalian ke Australia selama 2 minggu melalui program Muslim Exchange Program tahun 2012 yang di sponsori oleh Kementrian Luar Negeri Australia bekerjasama dengan  Australia Indonesia Institute (AII).

Dear Blogger dan Readers…
Ada beberapa Rahmat penting yang ingat saya konklusikan dari 3 kesempatan ini (2 kesempatan pertama saya tuliskan dalam posting ini, sedangkan kunjungan ke Australia saya postkan khusus nanti secara series, sebagai pembuka cerita Australia, saya sudah menuliskan pengalaman saya mendapatkan kesempatan prestis ini, silakan anda baca di catatan saya Usaha Sekali Saja tidak Cukup ). Diantaranya:Pertama, Saya bersyukur sekali kepada Allah telah memberikan kesempatan-kesempatan ini, saya yakin banyak orang-orang lain tidak mendapatkan kesempatan seperti yang Allah berikan kepada saya. Bagi Anak Kampung seperti saya, berkunjung ke Jakarta saja adalah sebuah capain tersendiri, meskipun karena sudah sering, jadinya sekarang agak lack of means, aplagi bisa mempresentasikan dan berdiri di depan orang-orang penting di Kedutaan Amerika, NGO-NGO, dan kawan-kawan seluruh Indonesia. tentu saja ini adalah rahmat yang luar biasa.

Rahmat kedua adalah Alhamduillah Project saya termasuk dalam “BEST FIVE” dan saya Mendapatkan kesempatan untuk mempresentasikan service project saya di @ america dalam program KAMI Competition and Conference. Saya yakin semua kawan-kawan yang melakukan service project di komunitasnya sangat berharap untuk bisa mempresentasikan dan berbagi ide, pengalaman, tantangan, dan capain-capain yang sudah mereka lakukan melalui Service Project Mereka.
Ketiga adalah Saya sangat bersyukur karena lewat ksempatan-kesempatan tersebut saya mendapat jaringan yang akan menjadi networking penting saya baik untuk kelangsungan project maupun lainnya. Salah satu networking yang sangat penting adalah Mr Eran Williams yang bertugas sebagai English Language Officer Public Affair di Kedutaan Besar Amerika Jakarta. Alhamdulillah setelah dia mendengar presentasi daya tentang tantangan-tantangan yang saya hadapi, dia siap untuk membantu. Disamping itu saya juga mengenal dengan kawan-kawan alumni muda dari Amerika seluruh Indonesia yang sangat luar biasa, ada yang sudah kerja level International bahkan. tentu saja ini adalah modal sosial yang sangat penting (matre banget ya saya???)..heeeeeeeeeeeeeee…tapi ini penting lhoe..karena Kesuksesan itu disamping pendukung internal diri kita dan keluarga, juga ada pengaruh eksternal diluar kita, misalkan jaringan seperti ini, minimal dalam berbagi informasi. ya gak???Rahmat Selanjutnya adalah Saya belajar banyak dari Presentasi dan cerita-cerita kawan-kawan lainnya baik mengenai project mereka maupun pengalaman dan perjuangan hidup mereka sendiri. Salah satuny adalah cerita kawan Saya Fikriya (untuk kebaikan tidak apa2 ya sebutkan nama, sorry Fikriya tidak minta izin) yang berbagi pengalaman bagaiman pengaruh the Power of Ikhlas, The Power of Sabar, The Power of Mimpi, The Power of Stimulus, The Power of Do’a, dan masih banyak power2 lainnya lagi. Saya belajar banyak bagaimana dia bisa ke negara-negara impiannya dalam kesempatan-kesempatan yang tidak terduga. Jerman, Sydney, Umrah adalah bukti konkritnya bahwa dia sudah bisa membuktikan kalau Ikhlas, Mimpi, dan do’a serta sedekah mempunyai kekuatan dan saling mempengaruhi. Thanks you Fikriyah!!!You taught me the see the life from the new “window”…wwwwwwwwwwwww….we we we lebay dot com.

dan Rahmat Terakhir adalah saya bisa berbagi cerita/pengalaman ini kepada anda blogger, netter dan reader  apa yang sudah saya alami dan rasakan. Meskipun bagi sebagian anda ini tidak ada apa2nya, bahkan tidak penting, namun saya takin juga ada banyak orang lain yang menggapnya ini penting. Karena itu, sengaja saya tuliskan dan positng di sini, disamping melatih kemampuan menulis saya juga bertujuan untuk saya lebih bersyukur kepada hidup atas apa yang sudah, sedang, dan akan dapatkan untuk tidak dilupakan dan seharusnya menjadi pengalaman dan panduan hidup kedepan. Satu lagi, sengaja link-linknya juga saya bagi, supaya anda dapat mendapatkan inforamsi-informasi lebih lanjut dari institusi-institutusi tersebut. Amin….

Semoga Bermanfaat ya!!
Peserta yang diundang oleh The US Department of State. Mereka adalah alumni berbagai program di Amerika yang tergabung dalam Komunitas Alumni Muda Indonesia (KAMI). Photo koleksi @America.

 

Little Guide for IELSPers

If you can imagine it, you can achieve it
If you can dream it, you can become it.

~William Arthur Ward


Assalamu’alaikum wr. wb
Salam Sejahtera…

How are you doing guys? Hopefully everything is going fine around you…

First of all,…Warmly, we welcome you all in IELSP’s Family….Now, you’re part of IELSP family—Part of IIEF-IIE-and part of us….
Pasti sekarang lagi sibuk ngurus dokumen2, ada yang mikir gimana buat PDO? Gimana pertanyaan waktu visa interview? Gimana di amerika? Pa kegiatannya? Belajarnya? Bajunya? Makanannya??Sempat shopping gak (khusus buat shopping lovers,,,,heeeeeee)?

Ehm…that’s normal guys…don’t be worry, be happy..just relax….entar pas PDO, bakal ada penjelasan, kok ada yang gak clear bisa ditanyain langsung atau hubungi ama alumni…

Nah sekedar “little guide”, ni ada note dari  Mbak Anik (Alumni IELSP Batch  6 @ Ohio University, USA) yang sudah saya edit dan tambahkan dalam beberap pointnya,..dulu ini sangat helpful buat saya, karena pertanyaan2 yang sama kayak kalean juga saya tanyakan dulu…saya minta ma’af gak sempat edit lebih banyak, Cuma beberapa bagian dari note aslinya sudah saya edit…(anik….mohon ma’af beberapa pointnya aku edit note asliMu ya!!!)

Selamat membaca…entar kok ada yang gak jelas, please feel free to touch me both (e-mail:adamyca@gmail.com or send me sms to  0852-6025-1666)……

Pertama,..yang perlu di underlined bahwa—beda batch terdapat beberapa perbedaan dalam beberapa hal,,,hal ini didasarkan pada perkembangan isu, universitas, de el el….pun gitu, ndak perlu khawatir, karena kita berangkat dari satu “atap” yang paling beda dikit2 aja..intinya tetap didalam naungan satu rumah…

Persiapan mulai dari Indonesia:
1) Untuk Baju

Kalian cuma butuh baju sedikit…mungkin sekitar 8-10 pasang karena kalau terlalu banyak kemungkinan akan menyusahkan kalian. Lagipula disana ada laundry..dan udara tidak terlalu membuat kita berkeringat. Saya bisa yakin itu karena saat summer saja kami jarang berkeringat apalagi spring (Nah entar kalean cocokkan dengan jadwal keberangkatan masing2). Terakhir saya baca dari note salah satu keluarga kita Indri…biaya laudry berkisar antara $2-3…agak berbeda2 di setiap asrama.

mungkin bagus juga kalau kalian bawa jaket karena malam dan pagi di Athens (lokasi ohio university) lumayan dingin (untukku sangat dingin).

2) Alat Makan

Sesuai pengalaman kami, ada baiknya kalian membawa piring atau mangkuk dan gelas. karena di Asrama kami (saya tidak tahu asrama lain) disediakan kulkas n microwave sehingga kalau lapar kalian bisa membuat mie instan rebus atau memanaskan makanan dari dining hall dan tentunya alat makan sangat diperlukan. lebih bagus lagi kalau kalian bawa lunch box yang tahan untuk microwave karena akan sangat membantu kalau kalian ingin membawa makanan pada saat trip.
 
Tapi kok you gak mw repot, kalean bisa beli di sana nanti..karena biasanya pas sampe hari pertama, nanti assistant programnya ngajak kita belanja2 keperluan daily…kok gak diajak ama mereka, kalean aja yang berinisiatif tuk bujuk mereka.

3) Makanan
    
Seperti yang teman kita sebelumnya suggest pada kami…ada baiknya kalau kalian membawa makanan ringan dalam koper dan juga mie instan…karena pertama…mungkin bagi kalian yang “picky” dan susah beradaptasi dengan makanan amerika yang “ajaib” itu..,mie instan akan sangat membantu…yang kedua, kalau kalian kehabisan uang untuk jajan atau dalam trip kalian bisa bawa makanan sendiri.saya kemaren membawa mie, permen, snack, roti, dan susu,juga saos dan kecap..amat sangat membantu.

Tapi Pengalaman beberapa kawan, Mie Instan juga membawa “masalah” ketika melwati imigrasi di Amerika. karena mereka periksa semua barang kita, sehingga tidak sedikit juga yang dibuang mienya di Imigrasi…sayang juga ya? capek2 bw dari Indo tapi dibuang ama petugas imigrasi. he….entar tanya aja pas PDOnya karena selalu ada perbedaan….

4) Cara Berkomunikasi
    
Untuk berkomunikasi antar teman kalian bisa menggunakan fasilitas internet yang ada 24 jam kapanpun dimanapun. bisa pake YM atau SKYPE…dan milis kalian juga akan sangat terpakai pada saat kalian mengumumkan sesuatu seperti rapat dan sebagainya…untuk berkomunikasi ke indonesia juga ada beberapa pilihan…

  1. Kalian bisa menggunakan kartu AS (dengan mengaktifkan international roaming) atau simpati. Tarif sms dari sana sekitar 4000 rupiah…hapenya hanya bisa yg 3band
  2. Atau Kalian bisa beli pesawat telepon yang menggunakan international calling card. bisa dibeli di wallmart seharga $6,5 saat itu dan beli international calling card mulai dari harga $5-$20. kartu tersebut lumayan sangat membantu..kalian bisa menelpon ke rumah sampai 1 jam untuk yang $5. kalau kalian memilih cara ini…pesawat teleponnya bisa dibeli patungan… 
  3. Kalian juga bisa meminta orang rumah (waktu homestay) untuk mengaktifkan account YM atau Skype..cara ini lebih mudah, murah/gratis, dan berkualitas (kayak promosi ya…)

5) Laptop
bagi kalian yang memiliki laptop…bawa saja karena akan sangat bermanfaat..usahakan windownya asli…jaga2 kalau ada pemeriksaan di bandara…tapi insya Allah semuanya aman…

buat kalian yang tidak punya laptop…jangan berkecil hati…Alden library atau Gordy lab computer. (pustaka di Ohio Univ)..adalah surga bagi kalian….semua gratis tis tis….perpustakaan rasanya buka 24 jam untuk spring whereas saat summer cuma buka ampe midnight…serruuuuuuu

buat kalian yang memiliki rencana heboh buat beli laptop, digicam, dsb…harap bawa uang dari indo…meskipun murah dan kalian dapat uang dari IIE n IIEF..u cannot rely on that…..karena masih banyak keperluan lain yang harus kalian utamakan…untuk pembelian kalian bisa mencoba Best Buy atau Online shopping di Amazon atau Deals to Buy…untuk yang Online kalian harus menggunakan credit card.

6) Kesehatan n Obat-Obatan
   
Kalian akan mendapatkan asuransi kesehatan…dan kalian juga bisa mendapat pelayanan kesehatan di Hudson Medical Center (Ohio Univ dan di universtis2 lain juga ada). tinggal hubungi program assistant kalian. Meskipun begitu kalian juga tetap dianjurkan membawa obat-obatan sendiri…karena sakit di Amerika bukan hal yang gampang dan menyenangkan…terlebih bagi kalian yang punya riwayat Asma atau Maag…persediaan obat-obatan sangat diperlukan…jangan lupa obat flu, diare, dan obat-obatan ringan lainnya. kalian juga bisa bawa counterpain secara kalian akan terus jalan kaki disana.

7) Fasilitas lain
   
Kalian bisa berolahraga di Ping Center atau berenang di Aquatic Center, kalian juga bisa main bilyard di Baker Center (Ohio Univ dan di universtis2 lain juga ada)…tapi please…jangan lupakan PR dan tujuan kalian disana…ITP menunggumu….lol.

   
Ada beberapa ruang makan yang mererima akses meal card kalian….jefferson, Nelson, dll..(favoritku NElson….tau kan kenapa?hihihi) untuk nelson kalian bisa makan seeeeeeeeepuasnya disana..tapi tidak diizinkan untuk membawa keluar makanan…hanya boleh membawa 1 buah, eskrim, atau cake.tapi kata yang lain ada juga ruang makan yang mengizinkan kalian untuk Grab n Go….(Ohio Univ dan di universtis2 lain juga ada)

8) Pakaian Daerah..
dianjurkan membawa kebaya atau batik…tunjukkan dirimu guys…..

9)Yang Perlu Diperhatikan

  • bisa bawa oleh-oleh kecil dari indo untuk beberapa orang disana seperti prog Ass, teacher (2 atau 3), roomate…ga perlu mahal… (ga wajib) 
  • jangan suka telat (di kelas, atau pun saat akan melakukan trip ataupun bikin janji dengan conversation partner)
  • ingat PR,Presentasi, n stuff
  • jangan lupa makan 
  • perhatikan sampah kalian 
  • kalain akan ditempatkan sesuai TOEFL score kalain di Indo dan juga Composition test pada hari pertama di sana (kalau sistemnya masih sama)

Catatan Tambahan >>>

Kebanyakan informasi dibwah adalah pengalaman di Ohio Univeristy, tapi bisa jadi informasi tambahan buat kalean…

1) Untuk kalian yang menghadapi urusan NPWP yang lumayan beribet… (ini yang saya hadapi sebelum berangkat)..dikarenakan kalian belum bekerja atau pekerjaannya kurang jelas…akan lebih baik kalau kalian mengatakan kepada petugas senjata ampuh kalain yaitu…terangkan bahawa kalian membutuhkan NPWP sebagai syarat keberangkatan kalian yaitu untuk fiskal, ada baiknya juga kalau kalian sebagai umat yang pintar (secara udah mau dikirim ke Amerika ya harus pinter dong) pintar-pintar lah merayu….misalkan mereka masih ngotot tidak ingin membuatkan kalian karena tidak ada keterangan pekerjaan atau usaha yang jelas…katakan saja bahwa kalian itu paling lambat satu tahun lagi or so..pasti juga akan lulus dan bekerja…dan NPWP itu pasti terpakai nantinya…jadi tidak akan ada bedanya membuat sekarang atau nanti.

Untuk NPWP ini kalian membuatnya di kantor pajak pratama tempat kalian masing-masing berdomisili (sesuai KTP), tidak ada biaya yang dipungut..waktu selesainya pun tergantung sang petugas dan sang kantor….ada yang cuma 1 jam, 1 hari, 1 minggu…bahkan 1 bulan

ada pula anak dari grup lain yang bikin staff IIEF gregetan gara-gara ga punya akte…guys..apapun itu…karena kita telah dipilih dan meminta dipilih…kita harus bertanggung jawab dan memastikan dokumen-dokumen kita terkirim dengan benar dan tepat waktu…

2)Kegiatan-kegiatan di state

KelasUntuk kelas biasanya masing-masing kalain akan mendapatkan 3 kelas, entah itu AE,ARC,LNS,CS,Comp, dsb. kelas dimulai pada jam yang berbeda-beda..kegiatan belajar-mengajarnya dimulai jam 8 am mpe 5pm….setiap kelas biasanya akan selalu memberiakn tugas yang deadlinenya pun bermacam-macam….tapi rata-rata kelas-kelas tersebut adalah tipe “tight schedule”, makanya kebanyakan waktu kosong paling sering dimanfaatkan untuk kerjain PR, presentasi, Audio Journal, dan sebagainya…..(fffuihh….sabar ya teman-teman…)

Kelas itu dimulai dari Senin sampai Jumat, namun untuk hari rabu biasanya dikosongkan…saya dapat info dari saudari saya Ohioan Fall…setiap rabu mereka memiliki Wednesday Discussion, ada juga yang pergi ke Elementary School, dan banyak lagi…ntuk hari sabtu dan minggu kosong namun biasanya hari-hari seperti itu diisi dengan Trip-trip ke daerah sekitar….

TRIP-TRIP
Kalau saya tanya Ohioans semua tempat mana yang paling menyenangkan untuk trip……jawabannya pasti berbeda-beda karena tidak semua tempat yang dikunjungi Ohioans Summer sama dengan mereka yang ada pada Grup Spring atau Fall…tapi semua tetap menyenangkan dan luar biasa….

Tapi mungkin ini bisa jadi sedikit gambaran buat kalain yang mungkin nanti juga ditawari untuk memilih…

kami kemaren di ajak ke: Cleveland–progressive field stadium, Amish Country, nonton Drama Indian Techumseh–Chilicothe, Kings Island-Cincinatti, Capital City-Colombus, Cleveland Museum of Art, Martius Museum, Marietta River, Ash cave,Lake Erie,dll. grup lainnya mereka mendapatkan beberapa tempat lain yang tidak kami kunjungi seperti Old mAn’s Cave, dan beberapa museum lagi…..tapi apapun itu….kalain tetap akan mendapatkan perjalanan dan pengalaman yang sangat berharga dan tak terlupakan (sekaligus mahal)

Kegiatan lain
Kalian tidak melulu belajar bahasa inggris disana, kalian juga akan merasakan dan secara langsung ataupun tidak akan bersentuhan dengan budaya mereka. ada beberapa event internasional juga yang mungkin akan kalian hadapi .
disana kalain juga akan mendapatkan Conversation Partner…biasanya masing-masing dapat satu teman Amerika, dan entah masih sama atau tidak dulu kami bisa bergabung dalam Conversation Hour bersama seluruh mahasiswa internasional dari berbagai belahan bumi…..

2)Sholat
mungkin ini masalah yang paling penting bagi umat islam yang ada di negeri barat. untuk arah kiblat kalian bisa bawa kompas karena tiap tempat ada kemungkinan berbeda arah kiblatnya…dan juga agak membingungkan memang….(pengalaman beberapa grup….di OU maupun Univ lainnya…sampe pulang masih belum bisa mastiin mana arah kiblat yang benar.)
untuk jadwal sholat..
kalian bisa bertanya kepada orang-orang indo di yang ada di kampus kalean… atau yang paling simple tanya aja internet….lewat www.islamicfinder.org

Dulu pengelaman saya, roomate saya langsung nanya apakah saya ini muslem? terus dia bantu saya cari waktu sholat dan kiblatnya. Padahal kawan saya itu Non-Muslem…ini salah satu manfaat hidup dinegara yang sudah punya nilai demokrasi lebih baik.

4)Gereja

buat teman-teman yang Nasrani…kalain bisa menemukan tempat ibadah kalian dimana-mana.. kalau di OU.paling dekat yaitu Galbreath Chapel…di belakang Scott Quadrangle…tapi sebenarnya untuk menemukan tempat apapun tidak akan sulit..karena disetiap drive pasti ada peta…dan kalian juga akan dikasih lembar peta yang guedeeeee…saat Tour de Campus

4)Toko-Toko

untuk kalain yang ingin membeli sesuatu semisal buku, stapler, klip, makanan, ramen, kosmetik dsb..semuanya ada didekat lingkungan kampus..

Thrift Shop

buat teman-teman yang senang belanja hemat (kata lain dari murah) dan senang berburu barang bekas…seperti jaket, buku, tas, dan atau lain sebagainya…kalain bisa coba beberapa toko seperti
Good Will Atau New to You….wah ini paporit….murah banget dan banyak bukunya.masih bagus lagi…T.O.P deh…

5) Asrama

untuk yang satu ini saya tidak bisa pastikan, tapi kemungkinan besar kalian akan ditempatkan di Asrama yang berbeda-beda seperti pengalaman Ohioan Spring n Fall…
kalian juga MUNGKIN akan sempat merasakan homestay seperti grup Ohio Fall….

Terakhir…
My Bros and Sistas..apapun itu…jangan sungkan untuk selalu bertanya pada kami para Alumni karena kami disini ada untuk membantu kalian..kita adalah saudara…mari silaturahmi…

Jangan Lupa Komentarnya guys ya!!!buat perbaikan kedepan…

Selamat Guys!!!


Friendly Regards,

Muhammad Adam
The Founder of Plus Institute
Siswa Sekolah Demokrasi Aceh Utara

Alumni STAIN Malikussaleh Lhokseumawe
IELSP Batch’7 2010
Ohio University, USA

My International Univeristy

If you can imagine it, you can achieve it;
if you can dream it, you can become it.
~William Arthur Ward~

Setelah perjuangan panjang dan melewati berbagai tantangan serta melawati kegagalan, akhirnya impian belajar keluar negeri saya dapatkan. alhamdulillah kesempatana tersebut saya dapatkan ke negara impian saya yaitu Amerika. Saya dibiayai oleh US Department of State yang bekerjasama dengan Institute of International Education (IIE) di Amerika dan Local Partnernya di Indonesia The Indonesian International Education Foundation (IIEF) Jakarta.

Saya dan 20 Kawan lainnya se Indonesia ditempatkan di Ohio University, USA. Kami melewati proses belajar secara intensive  disana selama 8 minggu dari 3 April 2010 – 29 May 2010. Belajar di Ohio University memberikan kesan tersendiri. tentunya plus minus sebuah universitas selalu ada dimana-mana dan kapanpun. hanya saja bagaimana kita bisa menyesuaikan dan memaksimalakan potensi-potensi dan kelebihan-kelebihan yang ada di univeristas tersebut.
Sekilas Ohio Univesity termasuk perguruan tinggi yang sudah sangat tua, tahun berdirinya 1908. Bisa dibayangkan dimana negara Indonesia pada saat itu, belum lahir kan?. jadi tidak heran, kalau proses belajar, fasilitas, dan kualtias dosen, totalitas pengajar, manajemen, perpustakaan, dan sebagainya sudah sangat jauh dari universitas-universitas yang ada di Indonesia. hemat saya, sangatlah tidak “fair” kalau kita mau membandingkan antara pendidikan di Amerika dengan Indonesia. jauh pangang dari api…ibarat malam dengan siang..sama sekali tidak bisa kita bandingkan. tanpa bermaksud inferior atau memuja amerika, tapi begitulah faktanya. okay okay, untuk lebih lanjut tentang Ohio University silakan anda click disini untuk menuju ke web aslinya.
Saya tidak akan bercerita banyak tentang Ohio University, silakan anda baca sendiri di webnya. Sedangkan untuk pengalaman pribadi saya selama belajar disana, akan saya tulis dan posting secara bertahap (periodic) di halaman Notes from Ohio University. Walaupun agak susah untuk saya recall pengalaman-pengalaman disana karena sudah melewati 1 tahun, baru saya mulai menulisnya sekarang (maklum baru ada blognya, dulu tulisnya cuma di sofware diary biasa, karena install ulang laptop, jadi hilang semua….Justifikasi…heeeee)…kendatipun demikian, saya akan “bermidatasi” untuk bernostalgia hal-hal unik dan pengalaman selama disana.
Notes pertama saya sudah saya tulis kemarin dan posting di blog tanggal 25 November 2011. Tulisan tersebut saya ikutkan dalam kompetisi menulis XL “Xlangkah Lebih Maju”. Klik “Ke Ohio berkat Internet” untuk membacanya. jangan lupa komentar ya!!
Jujur saja, awalnya saya tidak ingin menulis lagi catatan dan pengalaman saya di Ohio untuk di posting di blog ini, karena saya pikir sudah “usang” ditelan zaman selama 1 tahun lebih. Namun ketika saya memulainya kemarin pagi (25/11/11), terbisit dalam hari saya akan memberi banyak manfaat kalau saya menulis pengalaman saya disana kemudian saya post disini untuk bisa diakses oleh banyak orang. Setidaknya secara tiori, saya mempunyai beberapa alasan:
  1. Untuk pribadi saya bisa melatih keterampilan menulis, alhamdulillah minat saya menulis sekarang (tahun 2011) semakin meningkat dan sudah mulai membuahkan hasil. buktinya sampai dengan hari ini (26/11/11) sudah ada 12 tulisan saya yang dimuat di berbagai media cetak dan online sepanjang tahun 2011. mau tau apa saja tulisannya, silakan di lihat disini untuk membacanya…jangan lupa komentar ya!!!
  2. Dengan menulis hal-hal posisitif tersebut, akan meningkatkan lagi semangat saya untuk terus berjuang mendapatkan beasiswa-beasiswa international.
  3. Untuk pembaca blog saya tentunya akan mendapat input postif juga dengan membaca notes saya
  4. Yang lebih penting, buat adek-adek dan kawan-kawan saya yang akan mendaftar beasiswa IELSP dan sejenisnya nantinya, bisa memiliki gambaran awan tentang beasiswa ini dengan membaca notes saya.
  5. De El El
Last but not least…Selamat berjuang buat kawan-kawan yang sedang mencari beasiswa. jangan pernah menyerah pada kegagalan. adagium “Kegalan hanya Kesuksesan Tertunda” tidak hanya sekedar kata-kta bijak, tapi memang begitu adanya dan saya sudah menjalaninya. Buktinya tidak lulus beasiswa IELSP batch 6, saya tetap mendaftar pada batch 7, dan alhamdulillah jebol.
Finally, adalah sebuah kehormatan dan kebanggaan bagi saya, kalau kita bisa bersilaturrahmi sambil bediskusi, sharing informasi, berbagi, saling membantu, bahkan saling mengoreksi dalam dunia maya.
Your Friend,
Adam

 

Ke Ohio University berkat Internet

Saya adalah sarjana muda (fresh graduate) sebuah perguruan tinggi di Lhokseumawe, Aceh. Saya baru saja wisuda tanggal 22 September 2011. Berasal dari latar belakang keluarga yang kurang mampu dari segi ekonomi dan strata social, bisa memperoleh gelar S1 adalah suatu capain yang luar biasa bagi saya. Dengan mendapatkannya gelar sarjana, saya menghilangkan status desa tanpa sarjana karena saya adalah sarjana pertama di desa saya, sedangkan anak-anak lain di desa saya banyak yang putus sekolah atau dan maksimal pendidikannya hanya tamatan SMA/sederajat. Akhirnya untuk pertama kalinya di desa saya memiliki seorang sarjana.


Karena ketertarikan saya dalam dunia bahasa, Saya kuliah di Pendidikan Bahasa Inggris di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Malikussaleh Lhokseumawe. Menyadari diri berasal dari kampung, belum pernah ke kota, bahkan berbahasa Indonesia saja masih banyak yang salah dan janggal didengar pada saat itu, karenanya saya berjuang lebih keras.

Setiap hari saya belajar bahasa inggris dengan menggunakan berbagai media, seperti membaca buku teks, Koran, majalah, dsb. Disamping itu, ketika saya punya uang lebih,  saya mengunjungi warung internet (Warnet) untuk membuka situs-situs berkenaan bahasa inggris seperti VoA Special English, English Club, Jakarta Post, dan sebaginya.

Secara bertahap, ketika saya mulai melek internet, saya mulai mencari informasi, berita, dan berbagai perkembangan terbaru di internet. Saya mencari informasi tentang beasiswa, short course, training, fellowship, exchange program, dan sebagainya.

Ketika saya duduk di semester 5 (lima) saya mendapatkan informasi, ketika ikut sebuah seminar tentang “study in USA”, bahwa ada beasiswa belajar selama 8 minggu ke Amerika untuk mahasiswa yang sedang menyelesaikan S1. Saya tercengang, detakan jantung saya semakin cepat, nafsu semakin tidak tertahan, pikiran dan perasaan sudah melayang terbang ke Amerika. Kerena America is my dreaming country semenjak SMA. Karena informasi yang disampaikan dalam seminar sangat terbatas, karena banyak informasi-informasi lain yang harus disampaikan. Oleh karena itu, saya mencari informasi lanjutannya di Internet.

Ketika mendapatkan dan membaca informasinya di Internet di situs http://iief.or.id,  saya gundah gulana, sedih, dan khawatir tidak bisa ke Amerika. Karena salah satu persyaratan untuk bisa ikut seleksi beasiswa tersebut harus memiliki nilai TOEFL minimal 450. Sedangkan saya belum pernah mengikuti TOEFL, bahkan belum pernah belajar, karena di kampus tidak ada matakuliah TOEFL untuk mahasiswa bahasa Inggris.

Setelah searching di Internet tentang TOEFL, saya mendapatkan sedikit banyaknya informasi tentang seluk beluk TOEFL itu sendiri. Kemudian saya mencari tempat dimana saya bisa mengikuti tes TOEFL, dan di Aceh hanya diselenggarakan oleh Lembaga Bahasa Universitas Syiah Kuala (UNSYIAH) Banda Aceh.

Untuk ke Banda Aceh saya harus menempuh perjalanan sekitar 7-8 jam via bus dan menghabiskan waktu sekitar 2 hari karena saya harus bermalam disana untuk mengikuti tesnya pagi hari. Malangnya, setelah saya telpon ke lembaga bahasa UNSYIAH, ternyata mereka baru saja menyelenggarakan tes TOEFL pada hari saya telpon, untuk tes selanjutnya harus menunggu bulan depan. Sedangkan penutupan pendaftaran beasiswa tersebut pada akhir bulan yang sedang berjalan (saya tidak ingat pasti tanggalnya).

Anda bisa membayangkan bagaimana paniknya saya pada saat itu, hasrat ke amerika tidak terbendung lagi, saya bingung, tidak tau harus meminta tolong kepada siapa, berkonsultasi kemana, sampai akhirnya muncul ide untuk mencari informasi tempat tes TOEFL lainnya di Internet. Akhirnya saya mendapat informasi kalau di Medan aka ada lembaga bahasa yang menyelenggarakan tes TOEFL. Singkat cerita saya telpon dan mentransfer uang sebanyak Rp. 350.000,- dan akhirnya saya bisa mengikuti tes.

Seminggu kemudian hasilnya keluar, saya telpon lembaga bahasa di Medan dan menanyakan hasilnya, ternyata nilai TOEFL saya tidak mencapai target 450. Dalam hati, Saya sangat sedih, terpukul, lesu, dan akhirnya mimpi saya study ke Amerika kandas di tengah jalan. Berselang beberapa hari kemudian, saya mendapatkan informasi kalau beasiswa tersebut akan dibuka lagi tahun depan.  Saat itulah, saya bersumpah pada diri saya kalau saya harus mampu mendapatkan beasiswa tersebut.

Untuk itu, saya tingkatkan belajar TOEFLnya secara otodidak, karena tidak ada lembaga bahasa di kota saya yang menyediakan layanan belajar TOEFL. Disamping itu, setiap hari saya membuka situs beasiswa tersebut (iief.or.id) supaya tidak terlambat, apalagi ketinggalan informasinya. Singkatnya tahun 2009 ketika beasiswa tersebut dibuka kembali, saya sudah memiliki nilai TOEFL yang cukup dan mendaftarkan beasiswanya.

Menunggu 1 bulan kemudian, pengumuman datang dan Alhamdulillah tepatnya jam 11:00 WIB tanggal 16 Desember 2009 ditelpon oleh The Indonesian International Education Foundation (IIEF) Jakarta bahwa saya lulus dan mendapatkan beasiswa Indonesia English Language Study Program (IELSP) selama 8 minggu study di Amerika. Saya bersama 20 rekan lainnya se-Indonesia (hanya saya dari Aceh) ditempatkan di Ohio University, USA.

Dari proses tersebut saya belajar 2 hal; Pertama, never given up (jangan pernah menyerah) untuk sebuah mimpi. Kalau bermimpi mendapatkan hal-hal besar, maka harus melakukan usaha-usaha yang besar juga. Gagal bukanlah hambatan, justru menjadi kekuatan untuk berjuang lebih keras. Saya teringat kata-kata guru SMA saya tentang kegagalan yaitu Segala Sesuatu akan Indah pada waktunya.

Kedua, pentingnya informasi. Akses informasi sangat penting, terutama kecepatan dalam memperolehnya, karena siapa cepat dia dapat. Saya menyadari bahwa kota dan kampus dimana saya tinggal dan belajar sangat kurang informasi, terutama berkenaan dengan beasiswa luar negeri, kerana pada saat itu, belum ada satupun tenaga pengajar di kampus saya yang lulusan luar negeri. Karenanya tidak heran, kalau kawan-kawan saya di kampus sangat pasif dalam mencari informasi.

Beruntungnya, saya tidak mengantungkan diri saya pada dosen dan kampus saat itu, sebagai penggantinya, internet adalah media penting buat saya untuk mendapatkan informasi dan berita up to date. Buktinya, saya sudah memecahkan rekor baru di kampung dan kampus saya bahwa berkat internet saya bisa ke luar negeri (Amerika). Intinya karena penggunaan internet yang efektif, tidak hanya membuat saya XLangkah Lebih Maju dari kawan-kawan saya, tapi juga memberikan saya kepuasan dan banyak kelebihan.