Menuju Aceh ‘Bangai’

Artikel di bawah sudah dimuat di media Serambi Indonesia (grup Tribun) edisi Selasa 24 April 2018. Silakan klik SINI untuk membaca di web Serambi Indonesia.

***

“Saya bingung lihat dari luar, Aceh dengan masyarakatnya yang dikenal berani dan daerahnya subur, dikasih uang banyak kok enggak jadi apa-apa?” (Rizal Ramli, mantan Menko Kemaritiman RI).

Harian Cetak Serambi Indonesia edisi 24 April 2018

BEGITULAH ekspresi kesedihan dan kegundahan Pak Rizal Ramli, sebagai pihak luar (outsider) yang melihat Aceh bergelimpangan uang dan sumber daya alam, seharusnya Aceh sudah jauh berlari ke depan. Saya pribadi sering mendapat pertanyaan atau penilain serupa dari teman-teman non-Aceh yang membaca, melihat atau mendengar kondisi Aceh sekarang.

Umumnya, mereka menyayangkan dan mempertanyakan faktor penyebab Aceh yang lamban sekali pertumbuhannya. Sebelumnya Aceh menyalahkan pemerintah pusat (Jakarta), karena memperlakukan Aceh tidak adil. Dalam konteks politik dan kekuasaan, sebelumnya Aceh juga sering mengambing-hitamkan pihak luar, karena partai politik (parpol) yang berkuasa di Aceh adalah partai nasional (parnas) dan tokoh-tokoh yang terpilih rata-rata tunduk pada kepentingan luar, bukan Aceh. Continue reading

Program Pertukaran Tokoh Muslim Muda Indonesia dan Australia 2017

Pertukarang Tokoh Muda Muslim Indonesia-Australia kembali dibuka sampai dengan 16 Desember 2016.

Berikut informasi lengkapnya: img_2870

Australia-Indonesia Institute bekerjasama dengan Universitas Paramadina mengadakan program tahunan Pertukaran Tokoh Muslim Muda antara Indonesia dan Australia. Program ini Continue reading