[Episode 14_Note for MEP Australia] Membangun tanpa Merusak

Written in:
Darling Towers Melbourne
Rabu, 13 Juni 2012 // 21. 57 Melbourne Time.

Photo ini diabadikan oleh Mas Zainal tanggal 15 Juni 2012 di University of Melbourne.
Saya sudah melewati program Muslim Exchange ini sampai dengan hari ketiga, tanggal 14 Juni 2012. Saya bersama teman-teman lainnya akan berada di Melbourne sampai dengan hari minggu pagi 17 Juni 2012 sebelum bergerak ke Shapparton, Canberra dan Sydney.

Di hari ketiga ini, kita melakukan banyak kunjungan dan berinteraksi dengan banyak stake holder. Ada Prof. Tim Limsey dari Universitas Melbourne, perwakilan-perwakilan dari asosiasi Katolik, Kristen, dan Islam di Melbourne, dan juga makan malam dengan para seniman dari Islamic Museum of Australia.

Setelah berkeliling State Library of Victoria di pusat kota Melbourne, Dr. Eeqbal membawa kami ke salah satu pusat pembelajaan yang ada di Kota Melbourne. Eeqbal membawa kami keliling dan ketika berada di dalam gedung pusat belanja tersebut, saya sangat tercengan dan terkesima.

Ada sebuah bangunan tua yang masih utuh. Menurut keterangan Eeqbal itu dulunya bangunan tua yang umurnya sudah ratusan tahun.  Ketika dibangun yang baru, bangunan tua tersebut tidak dirusak atau dihilangkan.

Bangunan tersebut sekarang dijadikan sebagai Museum yang diberinama Shot Tower Museum sebagai salah satu bukti sejarah penting bagi masyarakat Melbourne dan Australia mungkin. Karena bangunannya sudah dibangun pada tahun 1800-an, sedangkan yang baru dibangun sekitar tahun 1990-an.

Bagi saya ini menjadi menarik dan memberikan pelajaran tersendiri. Saya menilai bahwa ini menunjukkan betapa mereka mengharagai sejarah dan mengapresiasi suatu karya. Ketika yang baru dibangun, yang lama tidak dirobohkan.

Dalam konteks yang lebih luas, kondisi ini juga bisa kita kaitkan dengan banyak hal. Sebagai contoh, kalau ada anak kampung yang belajar ke kota atau bahkan keluar negeri, sering mereka terpengaruhi dengan kehidupan di luar negeri yang mungkin lebih modern. Mulai dari cara berpakain, makannya, sampai dengan bahasanya.

Ketika dia pulang ke daerah asal, dia sudah lupa dengan identitas dan kebudayaannya, akibatnya dia susah untuk beradapsi atau bahkan akan ada resistensi dari lingkungannya sendiri.

Mbak Mila Sudarsono Director Program MEP) dan Mbak Angky (kaca mata) dari Kedutaan Australia Jakarta.
Photo diabadikan oleh Mas Zainal pada tanggal 23 Juni 2012 di Manly Beach Sydney.
Contoh lainnya dapat kita singgung dalam pengamalan agama. Ketika kita mengikuti aliran-aliran modernism, secara total ajaran-ajaran konservatif ditinggalkan. Padahal ada juga yang benar diantara ajaran tersebut, bahkan tidak sedikit moderat mengadopsi dari konservatif.

Intinya yang ingin saya sampaikan bahwa tidah seharusnya kita harus meninggalkan yang lama secara mutlak ketika yang baru datang dan lebih menggiurkan. Ada baiknya kita buat banyak pertimbangan sebelum memutuskan untuk meninggalkan yang lama. Karena prinsipnya membangun tidak harus merusak. Dan itu pelajaran penting bagi anda Saya dan anda kali ini.

Semoga Bermanfaat ya !!!

Welcome Dinner dengan Anggota Badan Islamic Council of Victoria and Muslim Community Leaders.
Di Sawasdee Thai Restaurant Melbourne Tanggal 12 Juni 2012.