[Episode 18_Note for MEP Australia] It’s not about WHAT, but WHY

Written in:
Darling Towers, Melbourne
Kamis, 14 Juni 2012 // 18.53 Melbourne Time

Photo diabadikan oleh Mas Zainal ketika mengunjungi
Islamic School di Coburg, Melbourne tanggal 14 Juni 2012.

Memasuki hari keempat program Muslim Exchange saya di Melbourne, tampaknya semakin menyenangkan dan menarik. Terasa waktu begitu cepat berlalu. Mungkin karena disebabkan dengan interaksi dengan banyak orang, melakukan banyak kegiatan, berjumpa dengan orang berbeda di tempat yang berbeda, mungkin itulah yang menyebab tidak bosan sehingga berkesan begitu cepat berlalu waktunya.

Kamis 14 Juni 2012 hari ini, kami mengunjungi sebuah sekolah Islam di Australia, namanya Australian International Academy (AIC). Ada dua kampus AIC di Melbourne, pertama Melbourne Senior Campus untuk umur diatas 12 tahun, sedangkan untuk umur dibawah 12 tahun belajar di King Khalid Coburg Campus. Kami berkunjung ke King Khalid Coburg tadi pagi. 

Suasana belajar yang terganggu dengan kunjungan kami ke kelas mereka.
Photo ini diambil tanggal 14 Juni 2012 ketika berkunjung ke King Khalid Coburg Campus di Melbourne.
Ini adalah salah satu akademi Islam terbaik berstandar international yang ada di Australia. Kalau di Senior Campus, pelajarnya tidak hanya beragama Islam tapi juga dari agama-agama lainnya. Namun kalau di King Khalid Coburg siswanya saat ini 100% masih berasal dari keluarga Islam.

Menariknya AIC mempunyai hubungan sangat baik dengan sekolah-sekolah lainnya seperti Korowa Anglican Girl’s School yang saling bertukar kunjungan, informasi dan sebagainya. Hebatnya lagi, kualitas AIC tidak kalah dengan sekolah-sekolah lainnya, bahkan mereka berstandar international. Buktinya sekolah mereka ada juga di Abu Dhabi dan juga di Sydney.

Dalam proses diskusi tadi, saya bersama peserta lainnya berinteraksi dan berdiskusi banyak hal dengan kepala sekolah dan guru serta staff yang ada di AIC. Mereka sangat ramah-ramah, dan guru wanitanya sangat cantik. Hidung mereka sangat mancung. Senyumannya menawan banget. Tapi Saya menduga semuanya sudah menikah. He………………kasian deh loe!!!

Dari sekian banyak isu dan topic yang kita diskusikan, kita bicarakan masalah proses belajar-mengajarnya. Dalam proses belajar-mengajar, AIC  banyak melakukan inovasi-inovasi baru. Menghafal bukanlah cara baik dalam proses belajar mengajar menurut keterangan kepala sekolah AIC.

AIC membuat siswa untuk berpikir kritis bukan menjadi robot dengan menghafal rumus-rumus. Tidak ada gunanya siswa mengetahui apa pendapat professor ini, apa rumus ini, apa masalahnya, apa penyebabnya, apa…apa..apa….dan apa….

Salah seorang Guru sedang memandu siswa/i berdo’a.
Photo diambil ketika berkunjung ke Australia International Academy of Education di Melbourne.
Tapi AIC selalu mengajarkan siswanya untuk untuk berpikir kritis dan selalu bertanya, sehingga mereka akan terus belajar dan mengekplorasi secara mendalam terhadap sesuatu hal. Kenapa matahari terbenam dan terbit pada waktunya? Kenapa tanah bisa menghidupkan tumbuhan? Kenapa manusia bisa menemukan computer? Kenapa kita disuruh bersabar? Kenapa kita harus disiplin? Kenapa..kenapa..kenapa..dan kenapa????….bagi mereka it’s not about WHAT but about WHY???

Sehingga dampaknya, anak-anaknya sangat kritis, percaya diri dengan apa yang mereka ketahui, karena mereka mencarinya sendiri dari membaca buku, meniliti, bertanya, dan berbagai eksplorasi lainnya. Artinya mereka tidah hanya menerima dari gurunya dan mencatat difenisi dari buku untuk kemudian dihafal. Karena itulah, mereka percaya banget dengan kemampuan mereka, tidak malu-malu ketika disuruh kedepan, tidak malu takut salah, tidak malu ketika diminta menjawab pertanyaan, dan sebagainya.

Salah Satu ruangan yang ada di dalam Pustaka.
Photo diambile tanggal 14 Juni 2012 di King Khalid Coburg Campus.
Poin penting bagi saya dan anda semua dalam catatn kali ini adalah untuk mengobah pola pikir kita. Mind-set bahwa siswa yang banyak hafalan rumus matematika itu pandai ada baiknya kita ubah secara perlahan-lahan. Saya tidak bermaksud untuk mengatakan bahwa menghafal itu salah, tapi untuk tidak mendewakan hafalan adalah jalan pintar itu menjadi poinnya.

Semoga bermanfaat!

Salah seorang guru King Khalid Coburg Campus sedang memandu tour kami.
Photo diabadikan tanggal 14 Juni 2012.