[Episode 6_Note for MEP Australia]_Yang Ditolak Hati, Itulah Dosa

Written in:

Jakarta, 10 June 2012 // 7.36 WIB

Latar photo adalah Victoria State Library di Melbourne.
Photo diambile Mas Ridha tanggal 13 Juni 2012.

Kemarin saya extremely exhausted mencari kebutuhan-kebutuhan sebagai persiapan untuk ke Australia. Untuk kali ini saya lumayan sibuk untuk mempersiapkan tetek bengek itu, mungkin karena terlalu phobia dengan winter kali ya…dasar kurus!!hee…

Setelah beli kepiting dan udang di Keramat Jati Jakarta yang membutuhkan 1 Jam perjalanan dari Kayu Manis untuk PP, terus masak udang asam pedhassss ala Aceh, kemudian saya dan N2N (nama kerennya), sahabat saya dari Aceh yang sudah menjadi pengurus di PB HMI keluar dan nongkrong di “7 Eleven”.

Sambil menikmati Kopi Moka Small Size, kita saling sharing dan berbagi cerita satu sama lain. Atmosphir di lantai 2 “7 Eleven” memang kurang bersahabat dengan saya, banyak banget anak-anak muda Jakarta yang lagi “dugem” sambil menikmati minuman. Bahkan saya sempat merasa minder, apa kita salah tempat ni ya? Tanyaku dalam hati. Masalahnya semua tamu lain pada ngerokok, bahkan cewek2nya juga smoking. Dan hanya kawan saya itu yang memakai jilbab. Karena jam sudah menunjukkan sekitar pukul 11.30 Malam, akhirnya kita tetap duduk di situ, g munkin cari tempat lain..

Meskipun kondisinya kurang bersahabat, namun tidak membuat “diskusi ringan” kami terganggu, malah kami tidak care dengan kondisi di sebelah yang lagi ha ho hi sesama mereka. kita bercerita banyak sekali mulai dari pendidikan, target tahun ini, masalah yang kita hadapi, kondisi sekarang, keuangan, dan yang paling lama itu ketika ngomongin tentang hati. Hoooooooooo….cinta cinta cinta…..

N2N bercerita banyak apa yang dia rasakan tentang dunia cinta dia sekarang. Dari gaya dia bercerita, kata-kata yang dia gunakan, saya dapat menilai bahwa dia begitu cinta dengan pria yang sedang menjalin hubungan dengan dia sekarang. Setiap kali saya sampaikan asumsi-asumsi negative saya terhadap pria tersebut, selalu dia nyangkal dengan fakta-fakta yang dia alami bersama sang pria..ya…memang begitulah cinta, kalau sudah cinta mau dikatakan apapun ya tetap cinta…dan menurut N2N dia sudah komit untuk melanjutkan hubungan yang serius dengan pria tersebut, bahkan target untuk menikah. Amin…May Allah blesses you sister!!!

Memang dilihat dari segi umur dia sudah saatnya untuk membina keluarga..umurnya sekarang sudah 25 tahun. Terlebih dia lagi ngomong semalam, kalau dia ingin punya anak dan ingin mangasuhnya. Saya suka dengan kekhwatiran dia, kalau dia terlalu lama menunda untuk merid, takutnya akan tiba rasa bosan dan tidak mau merid lagi. Wow,,,,emang ada yang tiba pada titik itu???entahlah, dia itu wanita, wajar mengkhawatirkan hal itu.

Sebenarnya saya pribadi juga ada mengalami hal-hal yang kadang membuat saya bosan. Di sekolah misalkan, dahulunya saya sering banget manggil anak-anak yang nakal dan berprestasi untuk saya nasehati, beri motivasi, cerita pengalaman hidup, cerita perkemabangan dunia luar, persaingan yang semakin ketat, pertumbuhan arus teknologi yang begitu pesat, dan sebagainya. Namun setahun terakhir ini, entah kenapa saya merasa malas banget untuk melakukan hal seperti itu, marasa bosan, merasa tidak ada manfaat, dan merasa jenuh.  Mungkin kondisi seperti itu yang dikhawatirkan oleh N2N…

Ayoeeeeeee Adam..apa poin menarik yang ingin disampaikan kali ini????can’t wait???
Okelah kalau begitu..okelah kalau begitu…okelah kalau begitu…ayoe lagu siapa itu? Kalau bisa jawab, dapat hadiah title “Pengamat Musik” dari saya. he…

Well…ketika saya bercerita ke N2N bahwa saya sedang mengalami masa-masa transisi setelah selesai kuliah S1, yang terkadang membuat saya inferior, kurang percaya diri, tidak mensyukuri atas capain-capain saya, dan masih banyak lagi dilemma pribadi.

Dari sharing kita yang semakin lama semakin hangat, sampailah pada titik “hati”, menurut N2N rasionalitas akan dikahalahkan oleh hati. Ketika aku mencoba untuk merasionalisasikan hal-hal yang perlu dikhawatirkan oleh N2N sebelum mengambil keputusan untuk merid dengan pria itu, toh dalam hati N2N Cuma ada dia, and buat sekarang menurut saya hamper bisa mengusai selurung ruang cinta yang ada dalam hatinya. So, apapun yang coba saya rasionalkan, tetap tidak akan bisa mempengaruhi hati dia.

Menurut N2N, untuk memperkuat hati itu, jalan satu-satunya hanyalah harus sering berkomunikasi dengan sang Khalik, Allah SWT. “Bicaralah masalahmu kepada Allah, Adam!”, begitu saran dia ketika mendengar curhatanku. And I am totally agree dengan pendapat dia. Kemudian N2N melanjutkan, “ Adam, perlu kamu ketahui bahwa APA YANG DITOLAK OLEH HATI, ITULAH YANG NAMANYA DOSA”.

Selain Peserta MEP, ada Mbak Angky dari Kedutaan Australia Jakarta
dan Wartawan, Mas Tony dari Strategic Review.
Foto diambil oleh Mas SidQie di depan Kyabram Fauna Park, Shepparton tanggal 17 Juni 2012.

Masya Allah, luar biasa banget sahabat saya yang satu ini….sungguh pernyataan itu sangat memberikan saya kekuatan untuk bangkit dan mendekatkan diri ke pada sang peguasa. Sangat powerful statementnya…
Iya emang begitu kondisinya,…pengalaman pribadi saya, kalau misalkan mau meninggalkan shalat atau bolong karena alasan-alasan duniawi, namun dalam hati saya sebenarnya bereaksi…ada rasa-rasa kayak gundah, khawatir, enggak tenang, mikirin takut mati setelah ini gimana, dan gejolak-gejolak sejenisnya. Mungkin inilah bantahan hati terhadap kemungkaran yang kita lakukan. In cases, memang kadang suara hati kalah dengan rayuan nafsu syaitan, namun ada kala juga kata hati menang.

Dear readers, netters, dan bloggers…pelajaran penting buat anda lewat catatan ini adalah:
Pertama….Untuk sesering mungkin memupuk hati anda, supaya tetap suci. Bisa dengan melaksanakan kewajiban-kewajiban personal (fardhu ‘ain) seperti shalat, puasa, zakat, dan sejenisnya. Disamping itu, bisa juga dengan meningkatkan keshalihan sosial seperti saling menolong, bersedekah ide minimal, disiplin dalam memenuhi janji, disiplin dalam belajar, memberi contoh dalam menjaga kebersihan, atau bergabung dengan komunitas yang bermanfaat, ya semua komunitas banyak manfaatnya dong ya!

Kalau hati anda sering dipupuk dengan hal-hal diatas, tentu saja semakin matang dan kuat hati anda, dan manfaatnya adalah akan menjadi penjaga raksasa buat anda dalam menjalani kehidupan. Dia akan menjadi alarm ketika anda dekat dengan kemaksiatan. Dia akan mengatakan “NO” ketika anda mau mengambil punya orang lain. Dia akan meringankan tangan anda ketika ada pengemis di jalanan atau terminal. Dia akan melawan keinginan anda untuk menunda shalat. Dia akan berdemontrasi ketika anda tidak shalat jum’at. Dan sebagainya.

Dan inilah sebenarnya yang disebutkan Islam, bahwa dalam hati manusia itu ada segumpal daging. Apabila daging itu baik, maka baiklah anda, apabila daging itu busuk, maka busuklah semua perangai dan tingkah anda. Dan daging yang dimaksud disini adalah H.A.T.I.

Pesan penting kedua yang ingin saya sampaikan sekarang adalah, pilihlah teman dalam curhat atau sharing. Sebagai manusia, tidak bisa dipungkiri kalau kita butuh “orang” untuk berbagi atau bercerita. Entah itu hal-hal baik maupun sebaliknya. Memang terkadang orang cenderung bercerita apabila dia lagi ada masalah, tapi kalau lagi senang jarang curhat..he…….pengalaman pribadi ni ya!!!he……….

Oke balek lagi kepada lawan curhat tadi…saran saya supaya anda pilih kawan dalam berbagi. Karena prinsipnya, anda ingin berbagi untuk mengurangi masalah sebenarnya atau at least ada orang yang mau mendengar masalah anda. Bayangkan apabila anda memilih orang yang salah, bukan malah berkurang justru akan bertambah atau bahkan malah anda dapat masalah baru dengan anda bercerita ke dia. Kalau seperti itu, kan fatal banget.

Meskipun ini bersifat sangat subjektif, namun saya yakin anda pasti bisa mengerti apa yang saya maksud dengan “teman yang tepat”. Memang ini wilayah abstrak, tapi apa yang kita rasakan akan menjadi ukuran apakah dia orang yang tepat untuk curhat atau tidak. Anda dapat merasakannya sendiri kan???

Saya punya banyak teman enta itu ditempat kerja, di kampus, di kampung, ditambah lagi dengan alam maya facebook dan twitter. Namun tidak lebih dari 3 orang yang menurut saya wajar untuk saya sharing apapun. Saya akan merasa nyaman kalau sudah bercerita dengan dia. Meskipun faktanya masalah yang saya alami juga tidak selesai dengan bercerita kepada dia, tapi at least saya merasa lega sedikit setelah bercerita.

Makanya meskipun sudah larut malam dan super capek, karena cuma tadi malam saya punya kesempatan sebelum ke Australia hari ini, saya paksakan diri untuk keluar dan nongkrong untuk sharing kepada kawan saya.

Sekali lagi untuk menguatkan ingatan anda “Apa yang ditolak oleh Hati, itulah dosa”.

Semoga Bermanfaat!

Group Picture dengan Ibu Vanessa Wood, Direkto IIEF (Kanan barisan depan)
beserta rekan-rekannya di Department of Foreign Affair and Trade, Canberra.
Photo diambil tanggal 20 Juni 2012.