My International Univeristy

If you can imagine it, you can achieve it;
if you can dream it, you can become it.
~William Arthur Ward~

Setelah perjuangan panjang dan melewati berbagai tantangan serta melawati kegagalan, akhirnya impian belajar keluar negeri saya dapatkan. alhamdulillah kesempatana tersebut saya dapatkan ke negara impian saya yaitu Amerika. Saya dibiayai oleh US Department of State yang bekerjasama dengan Institute of International Education (IIE) di Amerika dan Local Partnernya di Indonesia The Indonesian International Education Foundation (IIEF) Jakarta.

Saya dan 20 Kawan lainnya se Indonesia ditempatkan di Ohio University, USA. Kami melewati proses belajar secara intensive  disana selama 8 minggu dari 3 April 2010 Р29 May 2010. Belajar di Ohio University memberikan kesan tersendiri. tentunya plus minus sebuah universitas selalu ada dimana-mana dan kapanpun. hanya saja bagaimana kita bisa menyesuaikan dan memaksimalakan potensi-potensi dan kelebihan-kelebihan yang ada di univeristas tersebut.
Sekilas Ohio Univesity termasuk perguruan tinggi yang sudah sangat tua, tahun berdirinya 1908. Bisa dibayangkan dimana negara Indonesia pada saat itu, belum lahir kan?. jadi tidak heran, kalau proses belajar, fasilitas, dan kualtias dosen, totalitas pengajar, manajemen, perpustakaan, dan sebagainya sudah sangat jauh dari universitas-universitas yang ada di Indonesia. hemat saya, sangatlah tidak “fair” kalau kita mau membandingkan antara pendidikan di Amerika dengan Indonesia. jauh pangang dari api…ibarat malam dengan siang..sama sekali tidak bisa kita bandingkan. tanpa bermaksud inferior atau memuja amerika, tapi begitulah faktanya. okay okay, untuk lebih lanjut tentang Ohio University silakan anda click disini untuk menuju ke web aslinya.
Saya tidak akan bercerita banyak tentang Ohio University, silakan anda baca sendiri di webnya. Sedangkan untuk pengalaman pribadi saya selama belajar disana, akan saya tulis dan posting secara bertahap (periodic) di halaman Notes from Ohio University. Walaupun agak susah untuk saya recall pengalaman-pengalaman disana karena sudah melewati 1 tahun, baru saya mulai menulisnya sekarang (maklum baru ada blognya, dulu tulisnya cuma di sofware diary biasa, karena install ulang laptop, jadi hilang semua….Justifikasi…heeeee)…kendatipun demikian, saya akan “bermidatasi” untuk bernostalgia hal-hal unik dan pengalaman selama disana.
Notes pertama saya sudah saya tulis kemarin dan posting di blog tanggal 25 November 2011. Tulisan tersebut saya ikutkan dalam kompetisi menulis XL “Xlangkah Lebih Maju”. Klik “Ke Ohio berkat Internet” untuk membacanya. jangan lupa komentar ya!!
Jujur saja, awalnya saya tidak ingin menulis lagi catatan dan pengalaman saya di Ohio untuk di posting di blog ini, karena saya pikir sudah “usang” ditelan zaman selama 1 tahun lebih. Namun ketika saya memulainya kemarin pagi (25/11/11), terbisit dalam hari saya akan memberi banyak manfaat kalau saya menulis pengalaman saya disana kemudian saya post disini untuk bisa diakses oleh banyak orang. Setidaknya secara tiori, saya mempunyai beberapa alasan:
  1. Untuk pribadi saya bisa melatih keterampilan menulis, alhamdulillah minat saya menulis sekarang (tahun 2011) semakin meningkat dan sudah mulai membuahkan hasil. buktinya sampai dengan hari ini (26/11/11) sudah ada 12 tulisan saya yang dimuat di berbagai media cetak dan online sepanjang tahun 2011. mau tau apa saja tulisannya, silakan di lihat disini untuk membacanya…jangan lupa komentar ya!!!
  2. Dengan menulis hal-hal posisitif tersebut, akan meningkatkan lagi semangat saya untuk terus berjuang mendapatkan beasiswa-beasiswa international.
  3. Untuk pembaca blog saya tentunya akan mendapat input postif juga dengan membaca notes saya
  4. Yang lebih penting, buat adek-adek dan kawan-kawan saya yang akan mendaftar beasiswa IELSP dan sejenisnya nantinya, bisa memiliki gambaran awan tentang beasiswa ini dengan membaca notes saya.
  5. De El El
Last but not least…Selamat berjuang buat kawan-kawan yang sedang mencari beasiswa. jangan pernah menyerah pada kegagalan. adagium “Kegalan hanya Kesuksesan Tertunda” tidak hanya sekedar kata-kta bijak, tapi memang begitu adanya dan saya sudah menjalaninya. Buktinya tidak lulus beasiswa IELSP batch 6, saya tetap mendaftar pada batch 7, dan alhamdulillah jebol.
Finally, adalah sebuah kehormatan dan kebanggaan bagi saya, kalau kita bisa bersilaturrahmi sambil bediskusi, sharing informasi, berbagi, saling membantu, bahkan saling mengoreksi dalam dunia maya.
Your Friend,
Adam