Potret Hitam Toleransi; Antara Solo dan Pengusiran Irshad

Ada dua kasus penting yang terjadi pada hari jum’at 4 Mei 2012. Pertama adalah kasus Pengusiran Arshad Manji dari tempat Peluncuran buku barunya  “Allah, Liberty and Love” di Galeri Salihara, Jakarta Selatan. Kedua adalah betrok antar warga dan ormas keagamaan di Solo. Sebagaimana diberitakan oleh Voice of America Indonesia pada tanggal 6 Mei 2012 berjudul “Pasca Bentrokan Warga-Ormas Keagamaan, Solo Serukan Aksi Damai“, khusus untuk bentrok di Solo, ada 6 orang yang terluka dan menjadi korban dari kasus bentrok tersebut.

VoA Indonesia
Photo/VoA Indonesia

Menurut Saya, kedua kasus tersebut sudah sudah merusak pentumbuhan toleransi di Indonesia.Dengan adanya kasus ini, kembali mencontreng wajah dan nilai-nilai kemajmukan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Bangsa ini sudah mewarisi nilai-nilai heteroginitas puluhan keturunan yang lalu, namun sayangnya kita sebagai generasi penerus tidak mensyukuri warisan tersebut.

Disamping itu, menurut hemat Saya pertumbuhan demokrasi di Indonesia membuktikan belum dewasa, artinya nilai-nilai hetoreginitas dan kebebasan serta keamanan yang diajarkan dalam demokrasi merupakan  nilai substansial, dan sayangnya itu belum tercermin secara utuh di negeri ini.

Misalkan kasus Irshad, terlepas dari alasan FPI, FBR, Forkabi bahwa Irshad adalah seorang lesbi, menurut Saya tatakrama dan kesopanan tetap harus jadi prioritas. Artinya bagaimana cara atau sikap yang dibangun ketika ada sesuatu yang bertentangan dengan pemahaman mereka. Menghujat, mengeluarkan kata-kata kotor, menghina bukanlah potret Islam yang sebenarnya. Karenanya menurut Saya jalur dialogis seharusnya lebih dikedepankan.

Sekali lagi, ini membuktikan kalau kita susah untuk menerima perbedaan, dan kita belum siap untuk berbida. semuanya dipaksa berdasarkan kehendak dan kemauan kita. kalau ada yang beda, kenapa kita tidak berbicara? dimana prinsip diskusi dan musyawarah yang selama ini menjadi jati diri kita? dimana sikap toleransi sebagai ajaran agama kita?

Semoga ini adalah kasus terakhir!