[Viva.co.id] Evolusi ala Viva

“Creativity starts when you cut a zero from your budget, if you cut two, much better”. Ungkapan yang sangat inspiratif dan penuh dengan nilai-nilai motivasi tersebut dinyatakan oleh Jeime Lerner.  Kata bijak yang keluar dari mulut mantan walikota Curitiba, Brazil ini selaras dengan semangat Viva yang berevolusi dari Viva.com menjadi Viva.co.id.

Substansi dari ungkapan diatas adalah semangat kreatifitas yang muncul ketika ada tantangan. Kreatifitas akan kosong ketika tidak ada hambatan dan tantangan. Sebenarnya Lerner ingin menyampaikan pesan kepada pekerja dan aktifis lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Brazil pada saat itu untuk tidak selalu bergantung pada donatur. Supaya ada perubahan, dia mengatakan “supaya anda kreatif, coba anda kurangi satu “nol” dari total anggaran anda, tapi kalau anda mau mengurangi dua “nol”, maka lebih baik”. Artinya ketika mendesak, mau tidak mau, anda harus kreatif, anda harus menciptkan perubahan. Semakin besar desakan, semakin pula usaha anda untuk berkreasi. 

Menurut saya, perubahan situs viva juga membawa nilai dan semangat yang sama. Saya tidak bisa banyak menilai dari sisi konten, tampilan, dan sebagainya dalam wajah baru viva sekarang, karena saya tidak terlalu paham dengan dunia “IT”. Tapi sebagai orang yang mengambil mengkonsumsi dan manfaat dari viva selama ini, saya berpikir ada lesson-learned penting yang bisa saya ambil pelajarannya yaitu semangat untuk menciptakan perubahan karena tuntutan.

Persaingan tidak selamanya memberi dampak negative, justru sebaliknya tidak sedikit maha karya besar lahir ketika ada kompetisi. Banyak tokoh-tokoh besar dunia lahir dengan berbagai keterbatasan baik ekonomi, sosial, maupun lingkungan. Namun keterbatasan tersebut justru menjadi inner-power mereka untuk berubah dan sukses.

Kreatifitas dan inovasi situs Viva.co.id yang mengalami perubahan hampir secara total dalam semua aspek tersebut juga lahir karena persaingan dalam dunia industry berita online. Pada saat ini, pertumbuhan media massa online di alam maya berkembang begitu pesat, dengan menyajikan informasis secara lebih cepat dan akurat, semuanya berlomba menjadi yang terhebat. Pertanyaanya, kalau viva tetap mempertahankan dengan gaya dan bentuk yang lamanya tanpa berusaha menciptakan inovasi baru, akankah viva mampu survive?. Kalaupun tidak mati, hiduppun akan segan pastinya.

Kalau kita mau tarik kedalan ruang lingkup yang lebih luas, sebenarnya hampir di semua lini kehidupan kita juga berlaku hukum yang sama. Ketika ada kompetisi, maka akan muncul ide-ide dan gagasan-gagasan baru. Kita ingin berpacu ketika ada yang mengejar kita. Sebagai contoh, ketika ada China-ASEAN Free Trade Area (CAFTA) ditandatangani, banyak pengusaha-pengusaha Indonesia yang berjuang lebih keras, menciptakan inovasi-inovasi baru, meningkatkan produktifitas, meminimalisir biaya produksi, membangun pasar yang lebih luas, meningkatkan layanan konsumen, nah meskipun ada yang kalah cepat dengan pengusaha China, namun tidak sedikit juga yang mampu bersaing dengan pedagang dan pengusaha dari China. Apalagi didukung dengan keseriusan Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kemampuan daya saing pengusaha Indonesia. Salah satu dukungannya seperti diberitakan oleh Viva.co.id. (saat itu masih Viva.com) tanggal 23 Juni 2010 bahwa pemerintah menggelar Pameran yang bertama “Ready for CAFTA, Through Fostering Indonesia Industry” sebagai ajang untuk memamerkan produk Indonesia ke pasar International.

Contoh sederhana lainnya adalah kompetisi yang terjadi diantara pelajar untuk memperebutkan juara atau prestasi. Semakin ketat persaingan yang ada, maka akan semakin rajin pula siswa untuk belajar, lebih banyak membaca, memperbaiki sikap, disiplin dalam menyerahkan pekerjaan rumah, dan sejenisnya. Dampaknya besar sekali yaitu meningkatnya kualitas siswa-siswa yang tidak mau ketinggalan apalagi kalah dengan kawan sekelasnya.

Dalam konteks persaingan,  Bapak Ekonomi dunia, Adam Smith, mengatakan laissez faire (persaingan bebas) artinya siapa yang qualified dan berkualitas, maka akan menang. Saya tidak ingin terburu-buru mengclaim kalau Viva sudah menang atau terdepan dibandingkan dengan situs-situs berita lainnya di dunia maya, namun kualitas tersebutlah yang hari ini ditunjukkan oleh Viva. Dengan perubahannya yang baru, tampilannya lebih bagus, tingkat kelengkapan beritanya semakin maksimal, keberagamannya semakin berwarna, dan segudang kemajuan lainnya. Capain dan kualitas seperti yang dimiliki viva hari ini, tentu bukan hasil kerja semalam atau semudah mengambil jemuran. Namun viva sudah mengalami proses yang panjang, perancanaan yang matang, survey pasar yang lama, pertimbangan kelebihan dan kekurangan yang pasti, diskusi dan perdebatan yang panjang, dan segenap persiapan lainnya.

Viva bergerak karena ada persaingan, viva bekerja keras karena ada lawan.  Sekarang viva sudah berovolusi dengan berbagai inovasi dan kreasi yang siap saji, dan inilah Evolusi ala Viva. Selamat Berevolusi Vivaku. I love you!!!